Pages

Friday, March 27, 2026

RIYAYAN DIKOMANDANI NU-KATOLIK



"Aku punya kawan, Katolik cerdas, barusan jadi doktor hukum, pernah di seminari. Nampaknya ia agak jarang ke gereja. Tolong sampeyan libatkan lagi di bagian PHUBB, mas,"
"Paroki mana, gus?"
"Entahlah. Tapi rumahnya lho satu perumahan karo sampeyan,"
"Lho?! Siapa namanya, Gus?"
---

Monday, March 23, 2026

Relasi Kristen-Islam: Membaca Ulang Pernikahan Unik Nabi Muhammad SAW


Ternyata, berislam hingga usia 50 tahun tidak menjaminku tahu sepenuhnya lika-liku perkawinan Nabi Muhammad (NM), tak terkecuali dengan Ramlah bint Abi Sufyan --akrab dipanggil Ummu Habibah (UH). 

Perkawinan NM dengan UH menurutku tergolong unik, salah satunya, karena NM diwakili King Aramah (KA), Raja Kerajaan Aksumit. Dalam literatur klasik Islam dia identik dengan Ashamah ibn Abjar, Raja Habasyah Ethiopia, pengikut Kristus, memerintah periode 614-630 M.

Monday, March 9, 2026

PUTTI -- Perhimpunan Transpuan dan Transman Tionghoa Indonesia

"Ayo Cinere-Cinere ngumpul. Diajak foto sama Gus Aan," kata Mikha memberi komando kumpulan kawan-kawannya di warung kopi depan Hotel Lotus Kediri, Minggu (1/3).

**
Mikha adalah aktifis transpuan, sudah malang-melintang di dunia minoritas gender dan seksual Jawa Timur. Ia sudah aku anggap sebagai adikku sendiri. 

Tuesday, February 10, 2026

TAK BISA JAUH-JAUH DARI SETIJADI


Entah siapa Setijadi itu. Yang pasti ia tentulah lelaki. Aku berani bertaruh. Tak pernah aku bertemu dengannya, baik maya ataupun nyata. 

Dua minggu lalu, aku diminta para senior Tionghoa menemani  perempuan Tionghoa, dosen di Singapura. Namanya Charlotte Setijadi, Never heard that name. 

Friday, February 6, 2026

SEMPRO CALON DALANG POTEHI


Tiga hari lalu, aku mengunjungi Museum Wayang Potehi (WMP) Gudo. Sudah agak lama aku tidak mengunjungi pemiliknya, Mas Toni. 

Sebulan sebelumnya kami janjian untuk maesong. Sayangnya ia tidak bisa hadir. Mamanya masuk rumah sakit dan ia harus menjaganya. Anak laki-laki adalah kekasih ibunya. Itu hukum alam.

Monday, February 2, 2026

MENCARI HIKMAT LGBT DI MANADO


"Karena firman itu telah menjadi daging," aku berbisik pada Prof. Emanuel Gerrit Singgih (EGS) di GMIM Sion Winangun Manado, Jumat (2/2). "Anda telah menyelamatkan kekristenan Indonesia, pak, dan juga kami," lanjutku.

Aku berkata seperti itu saat melihat hampir seratusan orang yang hadir memenuhi gereja tersebut menyuarakan pentingnya mengakhiri stigmatisasi terhadap kelompok LGBTIQ, dalam bedah buku "Menafsir LGBT dalam Alkitab,"

Thursday, January 29, 2026

SEPEDA UNGU UNTUK MESSIAH DAN ELIANA


Aku sempat ragu sepeda warna ungu atau biru yang akan aku pakai ke pasar. Dua sepeda pancal tersebut adalah warisan dari Galang dan Cecil yang sudah tidak dipakai lagi.

Aku putuskan pakai ungu saja meski rem belakangnya tidak cukup nyaman. Ungu bukanlah warnaku. Hanya saja, aku sulit tidak memperhatikannya. Semacam ada magnet yang terasa membetotku --tidak peduli apakah aku suka atau tidak.

Dalam sejarah Yunani kuno, ungu merupakan warna yang melambangkan kebangsawanan dan kedaulatan. Hanya keluarga sultan dan kroni-kroninya saja yang mampu memakainya.

Entah kenapa bisa seperti itu. Sangat mungkin karena tidak mudah membuat warna ini. Diperlukan banyak keong laut sebagai bahan warna ini. Kabarnya.

Ungu semakin ngehit sebagai warna sultan kala Raja Sulaiman (Solomon) memilihnya sebagai warna tirai kuil suci yang ia bangun di Yerussalem. Konon. Aku belum menyaksikannya sendiri.


Saat Yesus disiksa tentara Romawi, konon, Ia dijubahi warna ungu bersamaan dengan mahkota duri. "Hail King of Jews!" sorak mereka memcemooh seraya memukuliNya.

Mungkin itu sebabnya banyak kawan-kawanku pendeta memakai selendang berwarna ungu di masa tertentu. Entah karena motivasi kesultanan (royalty) ataukah justru sebagai solidaritas atas penghinaan padaNya.

Aku belum tahu, misalnya, apakah warna jubah Nabi Muhammad juga ungu ketika mengalami penderitaan akibat makanan yang diduga bercampur racun. 

Namun yang aku tahu, Messiah tidak memakai warna ungu saat "menyentuh," Eliana -- pekerja seks yang ditugaskan menggoda Messiah.

"Do you think we will have a sex?" tanya Messiah saat Eliana menelusupkan tanganya ke payudaranya sendiri.

"I want to," ujar Eliana sembari mulai membuka mantelnya.

"How's that going to cure you?" Messiah terus mencecarnya dengan pertanyaan. Eliana memang mengklaim kedatangannya menemui Messiah di hotel karena ingin sembuh dari penyakitnya.

Namun Messiah sudah tahu siapa Eliana --pekerja seks yang dibayar orang penting di Gedung Putih untuk mendekreditkannya. Tanpa disadari, dua orang ini sedang diawasi cctv tersembunyi. Dikontrol Will Mather, seorang US Marshall. Ia diminta mengawasi Messiah 24 jam.


Di layar cctv, Will melihat jelas Messiah, dengan kelembutan yang sangat piawai, berhasil menyadarkan Eliana agar tidak meneruskan menjadi kaki tangan orang jahat. 

Saat itu Messiah meminta Eliana tidak takut berkata jujur; tidak hidup dalam kepura-puraan.

"How can you be the person God intended if you're not honest about who you are?" ujar Messiah. Eliana makin terisak. Sesenggukan. Air matanya meleleh deras.

Perkataan Messiah ini rupanya juga "menampar," Will yang selama ini merasa hidup dalam kepura-puraan. Pura-pura bahagia berkeluarga bersama istrinya, padahal ia tidak bisa hidup tanpa kekasih prianya. 

"I love you," kata Will kepada pacarnya, di ujung telpon.

Messiah adalah serial Netflix yang beberapa kali aku tonton. Sayangnya, karena mendapat banyak menuai protes gara-gara dianggap antiislam, serial ini berhenti produksi. Padahal menurutku film ini bagus sekali. 

****
Pisang ijo, tahu, kopi ketan sambel, krupuk, tempe, dan air kelapa. Nggak sampai 40k. Cukup untuk berhari-hari.(*)

----
https://www.google.com/amp/s/www.christianity.com/wiki/holidays/why-is-the-color-purple-associated-with-easter.html?amp=1

https://sunnah.com/bukhari:3169
https://sunnah.com/bukhari:2617

https://www.google.com/amp/s/www.independent.co.uk/arts-entertainment/tv/news/messiah-netflix-series-1-s2-cancelled-islamophobia-jordan-a9430946.html?amp

**FB 29 Januari 2022

Featured Post

RIYAYAN DIKOMANDANI NU-KATOLIK

"Aku punya kawan, Katolik cerdas, barusan jadi doktor hukum, pernah di seminari. Nampaknya ia agak jarang ke gereja. Tolong sampeyan li...